Showing posts with label tips merawat bunga. Show all posts
Showing posts with label tips merawat bunga. Show all posts

Wednesday, May 20, 2009

Budidaya sengon

.
0 comments

Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :
Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa).
Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)
Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV - V.
Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.
Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.
Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.
Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.
Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.
Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.

Habitat Sengon

Tanah
Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.

Iklim
Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C.

Curah Hujan
Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm.

Kelembaban
Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.
Keragaman Penggunaan dan Manfaat Kayu sengon
Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.

Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.

Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.

Kayu
Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.

Pembibitan Sengon

a) Benih
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
Kulit bersih berwarna coklat tua
Ukuran benih maksimum
Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
Bentuk benih masih utuh.
Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuhnya tinggi.

b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :
Keterangan :
Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
Jarak tanam 3 x 2 meter
Satu lubang satu benih sengon
Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
Daya tumbuh 60 %
Tingkat kematian selama di persemaian 15 %
Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.

c) Perlakuan benih
Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.

d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :
Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5 %
Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.

readmore »»

Tuesday, April 7, 2009

I Gede Merta: Presenting unique adenium in art

.
0 comments

Tri Vivi Suryani- Inanimate materials are the usual media used by artists to portray their ideas, but fine artist I Gede Merta chooses living organisms for his artistic expressions and for that he has made a name for himself among Indonesia's fine art enthusiasts.

Merta is highly skilled in transforming a unique tropical plant, adenium, into art pieces of high value. In his hand the desert-rose species is sculpted into works of creation.

It was impressive to see the modest and hospitable artist at work at Paras Bali. His nursery is located in the Hayam Wuruk area, Denpasar, where his art pieces are also on display.

Born in Karangasem, eastern Bali, Merta recalled the first time he had seen adenium, locally known as kamboja jepang, at an exhibition in Situbondo, East Java, in 2006.

Out of amazement and affection for its stem's exotic shapes, Pakde, as this painter, woodcarver and sculptor is commonly called, began to entertain his desire to use this plant as an artistic medium. For this purpose, the sturdy man set off to all parts of Bali to hunt for adenium and to gather its unique trunks. His efforts have been rewarded, as he has a wide range of phenomenal pieces in human, animal and other forms.

The 42-year-old uses the subspecies adenium obesum for his creations because of its bigger, swollen trunk sizes and abundant supply. The plant stems must be healthy and have the necessary elements for them to be crafted into the desired figures. For example, if the image of a man is to be created, the base of the chosen desert-rose should be complete with its body, head, arm and leg forms.

Pakde categorized adenium into several classes. The first group has bulging stems that offer a lifelike character for artistic expression. The second is incomplete in anatomical structure, giving the impression of an object, such as a monkey figure with only one arm. The third is anatomically beyond representation.

"The difficulty in processing adenium stems into objects of art involves not only the cutting but also the sorting of trunks to find the shapes required. Once I sorted over 300 desert-rose trunks and none of them met the criteria for human images," Padke said, who is also a law graduate of Saraswati University, Denpasar.

It takes quite some time to turn unique adenium stems into exquisite figures. The problem is that after cutting, sufficient time must be allowed for the plant's recovery. A hasty process bears the risk of the plant rotting, which Pakde experienced when he was crafting a lizard. As the time he allowed between the first cutting and the next was too short, his adenium died. In fact, he had already spent seven months on what he calls the plant's training period.

As a natural artist, Pakde is highly talented, creating valuable works of art. However, while before he only used inanimate materials such as wood, canvas or stone to portray his ideas, he is now dealing with a living medium and like other beings, it involves some emotional handling.

To prevent shaped adenium stems from decaying, Pakde grows desert-roses in a blend of goat dung, volcanic sand, burnt straw and garden soil in equal proportions, with their first watering only after three days of its planting. As of today he has turned out more than 200 adenium creations in intriguing forms, including humans, animals, legendary figures and other images.

At present there are about 90 pieces in his collection and he hopes to one day hold a solo exhibition.

Meanwhile, Pakde also travels as far as Banyuwangi, East Java, and Surakarta, Central Java, in his search for adenium bases. While most people are seeking plants with well-formed stems, he sees weird and even flawed ones as his best sources of inspiration. In addition, adeniums with unattractive stems are less expensive to buy, ranging in price from Rp 100,000 (US$11) to Rp 500,000.

With some cigarettes and a cup of coffee, Pakde spends quiet nights letting loose his imagination. It doesn't take long for him to transform the bulging trunks into diverse figures. People regard his craftsmanship as superb in being able to treat objects with accuracy, thus making them look animate. A lion image, for instance, appears to be ferocious rather than merely decorative.

Those interested in following in his footsteps are welcome to come to Pakde's Paras Bali nursery for training. At present, 15 people are developing their artistic skills, learning how to shape adenium stems into their own creations.

"I want to impart my knowledge and skills. By mastering the techniques needed to create unique adenium pieces, they are able to produce objects of different designs. Everybody has an individual sense of art, which makes the difference."

by:jakartapost

readmore »»

Tuesday, February 24, 2009

Adenium Grafting

.
0 comments

readmore »»

The attack-PROFIT PROFIT

Nowadays there are 3 familiar with the pest plants Adenium. What mengendalikannya only, and how?

1. Spider Myte
People call this a red spider (Spider Myte). He was a kind of mite is very small and the color red. The main target leaves Adenium. As a result, leaves become withered, pale, and changed brown. Furthermore, the leaves become crinkly and fall, and when the plant can be left to die.

If the attack is still a light, quick Remove the plant attacked. Barbershop or leaves that have been dilahap red spider. However, if the attack is heavy, spray with a pesticide, such as Omnite or Kelthane. Dose and frequency of spraying according to the instructions. Disemprot or three times a week, with each dose of spraying 1 cc per 1 liter of water.

2. Fungus Gnats
Name kerennya fungus Gnats, but also called the familiar black fly. Pests fly is very small. When flyblow still existed, he damage the roots and stem Adenium. After the adult form of fly, bidikannya more specifically on Adenium flower bud before it flowers bloom. Sign, there are black spots around the flower bud, and the bud rot. If you are like, atasi with the pesticide Benlate or Dithane, with a dose of 1 cc per 1 liter of water. Do day after day until the black fly is extinct.

3. Mealybug
Mealybug Pests lice are small white. If observed, similar to white flour when it is spread. Usually, Mealybug attack leaves with the leaves soak up the liquid. Long run, any damaged leaves and shoot growth has stopped. Finally, the leaves fall, plant death.

There are lice that attack white monitored since early this. When the attack is still mild, immediately cut leaves that fell ill, and fuel. However, if the increase in attacks has been, with pesticide sprays, such as Malathion, Dimacide, Pegasus or the dose and frequency of spraying according to the instructions on the label .***

(From NOVA)

readmore »»

Tuesday, December 9, 2008

Merawat Anggerk

.
0 comments

Awali dengan Mengontrol Lingkungan

Tahukah Anda, kalau Indonesia merupakan salah satu negara dengan spesies anggrek bervarian? Ya, kurang lebih 5000 spesies jumlahnya. Namun banyaknya spesies anggrek di Tanah Air, tak diimbangi dengan pembudidayaann maksimal, sehingga pasokan anggrek dalam negeri minim. Itu terlihat dari sedikitnya orang yang bisa all out di dunia anggrek.

Kebanyakan orang menyukai anggrek hanya pada saat berbunga. Setelah tanaman tak lagi mengeluarkan bunga, mereka memilih untuk tidak merawat,” kata Pembudidaya Anggek di Malang Jawa Timur (Jatim), Kabul.

Pantas, sedikit dijumpai pembudidaya anggrek di Indonesia. Rupanya, kini masyarakat hanya sebatas penikmat anggrek, bukan pecinta. Tak heran, jika spesies anggrek di Indonesia tak mengalami perkembangan.
Melihat jumlah spesies anggrek di Indonesia merupakan yang terbanyak kedua setelah Vietnam. Itu sudah seharusnya bisa jadi produsen anggrek dunia. Alasan klise tentang perawatan anggrek yang rumit, seakan jadi teka-teki misterius untuk dipecahkan, sehingga peluang untuk dijadikan prospek usaha pun sangat minim.
Namun hal itu dibantah oleh Kabul. Merawat anggrek tak seperti merawat bayi. Bahkan – kata Kabul – anggrek bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan. Mengingat, anggrek merupakan jenis tanaman yang berbunganya tak mengenal musim. Banyak orang yang menjulukinya sebagai bunga sepanjang masa. Memang benar adanya, karena kebutuhan pasokan bunga dunia juga melibatkan jenis anggrek. Terlebih, anggrek potong yang dimanfaatkan sebagai bunga rangkai.
“Malah saat ini, parcel tak lagi menggunakan makanan atau barang. Bunga pun bisa jadi alternatif. Pesona anggrek juga jadi salah satu pilihannya,” imbuh Kabul.
Melihat itu, apakah antara kebutuhan dan produksi anggrek di Tanah Air bisa berjalan seimbang? Bukan tak mungkin, Indonesia bisa jadi negara pemasok anggrek dunia. Tertarik untuk mengembangkan potensi alam satu ini? Berikut kisi-kisi yang bisa dijadikan landasan sebelum menerjuni dunia anggrek.
Ketahui Karakter
Ini merupakan hal mutlak untuk dilakukan sebelum menekuni budidaya anggrek. Caranya, dengan memperbanyak referensi tanaman setiap jenisnya. Mengingat, masing-masing jenis anggrek memiliki karakter berbeda. Itu bisa dilihat dari faktor lingkungan hidup ataupun keadaan fisiologis tanamannya.
Setiap jenis anggrek memiliki kelebihan dan kekurangan. Terlebih, jika harus pindah lingkungan hidup. Otomatis, tanaman akan berusaha untuk melakukan adaptasi dengan lingkungan baru. Sebab, anggrek habitat aslinya terdapat di hutan tropic. Jadi, sebenarnya bukan hal sulit dalam hal perawatan. Bahkan perlakuan yang terlalu berlebihan, membuat tanaman tak tumbuh dengan optimal.
Kontrol Lingkungan Tumbuh
Jika berbicara tentang budidaya, tentu akan berkaitan dengan jumlah massal. Tentu berbeda dengan cara merawat anggrek dalam jumlah sedikit. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat anggrek dalam jumlah massal. Misalnya, kontrol lingkungan yang diterapkan untuk tanaman, yaitu kelembaban, pencahayaan, dan intensitas angin.
Untuk kelembaban, masih kata Kabul, usahakan agar tanaman tetap dalam kelembaban yang terjaga. Maksudnya, kelembaban efektif bagi anggrek adalah tak terlalu basah ataupun kering. Kelembaban ini bisa dilihat dari media tanam, dimana jika media dalam keadaan terlalu basah akan berdampak pada kebusukan akar.

Demikian halnya jika media terlalu kering, membuat tanaman dehidrasi (kekurangan mineral). Bisa dengan penyiraman yang dilakukan satu kali dalam dua hari ataupun spray untuk setiap hari. Teknik ini bisa dilakukan saat musim kemarau.

Dengan membasahi bagian shading net saat musim kemarau, dijadikan alternatif agar tanaman tetap ada dalam keadaan segar dan teduh. Sedangkan untuk musim hujan, sebaiknya intensitas penyiraman sedikit dikurangi. Itu dilakukan untuk menghindari tingkat kelembaban berlebih.
Selesai itu, teknik pencahayaan untuk anggrek pun perlu diperhatikan. Penggunaan shading net dan plastik ultraviolet (UV) bisa jadi alternatif untuk mengontrol kapasitas sinar matahari yang masuk. Usahakan untuk memberi jarak shading net dengan tanaman – antara 1-2 meter dari bagian atas tanaman. Itu untuk menghindari sengatan matahari yang masuk dan berkaitan dengan pertumbuhan anggrek secara keseluruhan.
Sama halnya dengan pengaturan intensitas angin. Boleh percaya atau tidak, pada dasarnya pertumbuhan anggrek tergantung pada kapasitas angin yang masuk dan menerpa tanaman, dimana angin yang terlalu kencang merupakan salah satu penyebab anggrek tak kunjung mengeluarkan bunga. Idealnya, intensitas angin yang masuk tidak terlalu kencang. Namun bukan juga berarti tanaman tak boleh terkena angin sama sekali.

Sebaiknya angin yang masuk landai atau sepoi. Maka, penggunaan shading net di bagian tepi berfungsi sebagai penyaring jumlah angin yang masuk,” ujar Kabul.
Teknik Penempatan

Meski terdengar sepele, penempatan untuk tumbuhnya anggrek juga memberi pengaruh yang signifikan bagi perrtumbuhan anggrek. Terlebih, untuk penempatan anggrek dalam jumlah besar, tentu akan memakan banyak tempat. Ada beberapa alternatif dalam hal penempatan tanaman dan tak boleh dilakukan secara sembarang.
Pertama, dengan meletakkan anggrek di bawah (lantai/tanah). Bagi sebagian orang (khususnya yang mengerti kriteria hidup anggrek), cara pertama ini terbilang kontroversi. Alasannya, tingkat kelembabannya sangat tinggi dan akan mengganggu pertumbuhan anggrek. Mengingat, kebanyakan penempatan anggrek ada dalam keadaan digantung atau jauh dari tanah. Namun alasan ini bisa diminimalisir dengan tetap menempatkan tanaman di bawah yang sudah dilapisi plastic, sehingga kelembaban tetap terjaga.
Kedua, dengan membuat rak-rak yang bisa dibuat dengan model barisan rata atau bentuk piramida. Penting diperhatikan jika menggunakan rak model piramida, yaitu membentuknya dengan pola zig-zag, dimana antara rak sisi kanan dan kiri tak sejajar. Itu dilakukan agar sinar yang masuk bisa merata. Sedangkan untuk penempatan jenis anggrek, juga perlu diperhitungkan. Untuk anggrek jenis dendrobium, letakkan pada rak posisi paling atas. Rak tengah untuk jenis phalaenopsis dan vanda letakkan paling bawah. [santi]

readmore »»

Algo

Membeli aglo anakan adalah cara yang paling banyak dilakukan oleh para hobiis untuk menambah koleksinya. Cara ini dianggap paling ekonomis, sebab aglo anakan mempunyai label harga yang lebih murah dibanding dengan aglo remaja atau dewasa. Dengan membeli aglo anakan, hobiis bisa memilih “bibit” yang bagus, serta “memolesnya” sampai menjadi dewasa. Memelihara aglo anakan hingga dewasa serta melihat hasil akhirnya adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi kebanyaakan hobiis.
Untuk mendapatkan hasil memuaskan serta menghindari kekecewaan dikemudian hari, sebaiknya membeli aglo anakan tidak dilakukan dengan asal pilih saja. Beberapa pengalaman saya berikut ini mungkin akan membantu bapak/ibu sekalian dalam memilih aglo anakan.

1. Tips Pertama, pilih aglo anakan yang telah mempunyai minimal 3 (tiga) lembar daun. Karena pada umumnya anakan aglo yang memiliki tiga lembar daun, juga telah memiliki perakaran yang cukup untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Perlu diingat bahwa unsur hara, air dan udara mayoritas diserap oleh akar. Jadi apabila akar cukup dan sehat, maka kelangsungan hidup tanaman (aglo) akan lebih terjamin. Saat ini makin banyak penjual aglo yang menawarkan anakan dengan dua atau bahkan hanya satu lembar daun. Walaupun pemisahan dan penanaman anakan aglo relative cukup mudah, tetapi dengan jumlah daun yang lebih sedikit, maka resiko yang dihadapi akan bertambah. Disamping itu, dari banyak pengalaman, pemisahan anakan dengan jumlah daun kurang dari tiga lembar, akan mengakibatkan beberapa hal sebagai berikut :

a. Tumbuhnya daun baru menjadi lebih lama. Apabila aglo dalam kondisi normal atau telah memiliki tiga lembar daun membutuhkan rata-rata satu bulan, maka anakan aglo yang memiliki kurang dari tiga lembar daun membutuhkan waktu 2-3 bulan. Hal ini disebabkan kurangnya serapan nutrisi dari media tanam, akibat system perakaran yang belum cukup dan kuat.
b. Daun baru tumbuh kurang sempurna. Misalnya ukuran daun menjadi kecil, atau bahkan menjadi cacat (keriting).

2. Tips Kedua, sebaiknya jangan pilih anakan aglo yang ketika dipisah dari induknya sedang muncul kuncup daun baru. Karena pemisahan anakan aglo ketika muncul kuncup daun baru, umumnya akan menyebabkan pertumbuhan daun baru tersebut tidak maksimal (umumnya daun menjadi lebih kecil).

3. Tips Ketiga, ketika memilih dan membeli aglo anakan, sebisa mungkin melihat kondisi perakarannya. Hal ini untuk lebih meyakinkan bahwa anakan aglo yang kita beli benar-benar dalam keadaan fit dan sehat, yaitu dengan meminta kepada penjual untuk membongkar aglo dari medianya. Tidak perlu takut untuk meminta, karena hal sudah jamak dilakukan. Cara yang umum dilakukan, ketika sedang tawar menawar kita buat sebuah kesepakatan, apabila harga sudah deal, maka media tanam akan dibongkar untuk lebih meyakinkan. Apabila terbukti perakaran bagus, maka transaksi jalan terus. Tetapi apabila ternyata perakaran kurang bagus atau bahkan ada yang busuk, transaksi bisa saja dibatalkan. Selain melihat kondisi perakaran, dengan cara ini kita juga bisa melihat kondisi media tanam yang digunakan, apabila ternyata kurang sesuai, maka bisa secepatnya diganti.

4. Tips Keempat, sebisa mungkin membeli aglo dari penjual atau nursery yang memliki pengalaman cukup dibidang Aglo. Sukur-sukur membelinya dari Nursery khusus aglo yang sudah terkenal, atau setidaknya anda kenal. Prinsip yang digunakan adalah tidak semua penjual tanaman hias mampu memisahkan anakan aglo dan menanamnya dengan baik. Tidak sedikit yang asal memisahkan dan menjualnya hanya untuk mengejar keuntungan semata.

5. Tips Kelima. Disebut sebagai bonus. Saat ini mulai banyak penjual yang menawarkan anakan aglo yang masih menempel pada induknya. Ketika transaksi terjadi, penjual akan memisahkan anakan dan menyerahkannya kepada pembeli. Apabila kita menemui hal seperti ini, maka banyak keuntungan bisa didapat. Kita bisa melihat sendiri kondisi indukannya, bisa melihat langsung kondisi kesehatan anakan dari ujung daun sampai akar. Sekaligus bisa meyakinkan bahwa anakan aglo yang kita beli memang benar-benar sesuai dengan yang kita inginkan.

Emirsyah Narendra

readmore »»

Thursday, December 4, 2008

Budidaya Anggrek

.
0 comments

• Teknik Budidaya Anggrek
Teknik budidaya anggrek meliputi cara merawat, membesarkan serta memperbanyak tanaman dengan benar sehingga semua kebutuhan yang diperlukan oleh anggrek untuk pertumbuhannya dapat terpenuhi. Kemampuan mengatur, menyediakan dan mengkondisikan kebutuhan hidup anggrek sangat berpengaruh terhadap proses pembungaannya. Faktor yang berperan dalam mengelola kebutuhan hidup anggrek antara lain : pemilihan jenis anggrek, pemilihan pot dan media tanam, penanaman, teknik pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

• Pemilihan Jenis Anggrek
Hal terpenting sebelum menanam anggrek adalah menetapkan tujuan dari budidaya anggrek itu sendiri karena hal ini erat kaitannya dengan alokasi dana serta pengadaaan sarana dan prasarana. Secara teknis, hal ini juga terasa efektif karena bisa lebih terfokus pada satu tujuan saja. Sebelum memilih jenis ang-grek harus dipertimbangkan beberapa tujuan sebagai berikut (1) menanam dan memelihara untuk sekedar hobi atau (2) menanam untuk tujuan komersial. Bila tujuan kita hanya sekedar hobi maka sebaiknya memilih tanaman yang sudah dewasa dan sudah siap berbunga. Pilih pula beberapa jenis anggrek yang rajin berbunga dan tidak rewel perawatannya, misalnya anggrek dendrobium atau anggrek tanah yang banyak digunakan sebagai bunga potong. Namun bila hobiis yang sudah berpengalaman merasa hal tersebut kurang menantang atau yang menyukai anggrek yang sulit berbunga, maka anda dapat memilih jenis anggrek dari subtropis atau spesies langka.
Sedangkan bila tujuan kita untuk keperluan komersial maka kita harus mempertimbangkan pula apakah kita akan mengusahakan dalam skala kecil, menengah atau besar. Selain persiapan infrastruktur yang lengkap, seperti bibit, lahan bangunan, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya, diperlukan juga orientasi yang jelas pada jenis produk yang akan diproduksi. Beberapa produk yang dihasilkan dari budidaya anggrek skala komersial antara lain : bibit, anggrek dalam pot dan anggrek untuk keperluan bunga potong. Untuk kebutuhan komersial alangkah baiknya dipilih jenis anggrek yang laku dan memiliki nilai tinggi di pasaran seperti Cattleya atau Phalaenopsis.

• Pemilihan pot dan media tanam
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih pot anggrek adalah bahan baku, drainase (saluran pembuangan air) dan kelancaran aerasi udara. Pot anggrek sebaiknya memiliki sistem aerasi udara yang baik karena akar anggrek secara alamiah menempel pada pohon sehingga selain berfungsi untuk menyerap makanan juga berfungsi sebagai akar nafas. Dengan kata lain, akar anggrek tidak menyukai kondisi tertutup yang rapat. Karena itu, beberapa jenis pot dibuat berlubang untuk memperlancar aerasi udara dan sistem drainasenya sehingga tidak menyebabkan genangan air.
Media tanam anggrek yang banyak digunakan adalah arang, potongan kayu, potongan bata atau genting, sabut kelapa, moss (lumut daun), kulit pinus, serutan kayu dan pakis. Hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan media adalah aerasi udara, kelembaban, daya cekam/pegang air, tingkat serangan jamur maupun hama penyakit.

• Penanaman
Cara penanaman anggrek adalah dengan menempatkan anggrek tepat ditengah-tengah wadah yang telah dilapisi oleh media seperti pecahan genting atau bata-bata atau arang. Setelah media tumbuh diisikan penuh selanjutnya anggrek diikatkan pada penopang. Jarak tanam antara tanaman tergantung dari jenis anggreknya dengan patokan dari dua tanaman yang berdekatan tidak saling menutupi, hanya sedikit bersinggungan.

• Teknik Pemupukan
Berdasarkan aspek pemupukan, pertumbuhan anggrek dibagi menjadi dua bagian yaitu fase pertumbuhan vegetatif dan fase pertumbuhan generatif. Fase vegetatif adalah periode pertumbuhan anggrek dari semaian hingga anggrek muda. Fase generatif adalah anggrek dewasa yang telah siap berbunga.
Pada fase vegetatif perlu diberikan pupuk yang memiliki kandungan unsur N-nya tinggi seperti Mamigro super N. karena unsur tersebut merupakan bahan utama untuk menyusun protein yang sangat dibutuhkan dalam pembelahan sel. Pada fase generatif dapat diberikan unsur hara P (phospor) yang tinggi seperti Mamigro super P karena unsur tersebut berperan sangat penting dalam merangsang proses pembentukan bunga.
Selain cara di atas, bisa juga diberikan alternatif lain berupa pemupukan dengan komposisi berimbang antara unsur hara mikro dan makro. Komponen yang termasuk unsur hara makro seperti nitrogen (N), phospor (P) dan kalium (K). Sementara itu, komponen unsur hara mikro antara lain seperti mangan (Mn), Boron (Bo), tembaga (Cu), kobalt (Co) dan seng (Zn). Unsur-unsur tersebut berada dalam satu paket pupuk daun Mamigro NPK spesial.
Disamping aplikasi pemupukan, yang tidak kalah penting adalah pemberian vitamin dan hormon perangsang tumbuh. Jenis vitamin yang bisa diberikan untuk tanaman anggrek adalah aneurine, nicotinic acid amide dan alctofalvine. Hormon perangsang tumbuhnya adalah auksin, sitokinin dan giberelin. Hormon yang mampu memacu pembungaan secara langsung adalah giberelin karena hormon tersebut berpengaruh langsung terhadap diferensiasi atau perkembangan sel.

• Pengendalian dan Hama Penyakit
Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman anggrek adalah :
Keong atau siput kecil. Dimana mereka menyerang bagian akar dan daun dengan cara melukai dan menyerap sari makanan anggrek sehingga merusak dan menghambat pertumbuhannya. Pengendalian hama ini sangat dianjurkan menggunakan Mollustisida (pestisida khusus membasmi siput-siputan).
Ulat daun. Ulat merusak melalui gigitan pada daun sehingga daun tidak dapat melakukan fotosintesis dengan baik.
Aphids dan Thrips. Biasanya terdapat pada daun dan tangkai bunga. Kutu tersebut menyerap sari makanan sehingga menghambat pertumbuhan anggrek dan membuka peluang masuknya bibit penyakit seperti jamur dan bakteri. Pengendalian hama ini dapat digunakan Winder 100EC (konsentrasi 0.5 – 1 cc/liter air ) dan Samite 135 EC (konsentrasi 0.125 – 0.5 cc/liter air).
Secara umum, penyakit yang menyerang anggrek dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu oleh jamur, bakteri dan virus.
Jamur. Penyakit yang disebabkan oleh jamur menyebabkan busuk akar dan busuk daun. Ciri serangannya adalah munculnya benang-benang hifa (benang halus berwarna putih) disekitar terjadinya pembusukan. Pengendalian untuk jamur dapat menggunakan fungisida Victory 80WP konsentrasi 4 gr/liter air (disiramkan).
Bakteri. Penyakit yang disebabkan bakteri juga menunjukkan pembusukan hanya saja biasanya pembusukan ini ditandai dengan keluarnya lendir. Kadang-kadang disertai dengan bau busuk. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan fungisida Kocide 77WP konsentrasi 2 – 3 gr/liter air.
Virus. Penyakit yang disebabkan virus gejalanya terkadang kurang jelas. Namun secara kasat mata dapat dilihat dari adanya gejala penyimpanagan pertumbuhannya misalnya daun keriting atau kerdil, bunga menjadi kecil atau tanaman malas berbunga. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini hingga kini belum ada obatnya. Satu-satunya jalan adalah mencegah serangga pembawa virus seperti kutu, aphids maupun mite. Cara lain adalah memusnahkan tanaman yang terinfeksi agar tidak menular pada tanaman lain. Cara pencegahan munculnya virus pada tanaman anggrek dapat dilakukan dengan metode kultur jaringan.

readmore »»

Wednesday, December 3, 2008

PERAWATAN ANTHURIUM

.
0 comments

CARA PERAWATAN ANTHURIUM BUNGA

Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2x sehari bila cuaca panas atau tergantung dari media tanamnya, jika masih basah maka penyiraman dilakukan cukup sekali sehari bahkan 2 hari sekali.

Pupuk
Pemupukan dilakukan rutin menggunakan NPK seimbang (16-16-16) dengan dosis 2 gram per liter air (1/2 sendok teh), Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan ketanaman (jangan mengenai daun) tiap 2 minggu sekali. Untuk satu liter air bisa untuk 4-5 tanaman tergantung dari besarnya pot. Atau menggunakan dekastar dengan komposisi seimbang juga 18-11-10, dengan dosis satu setengah sendok teh untuk satu tanaman cukup 3 bulan sekali. Pemupukan dilakukan dengan melingkari disekeliling pinggir tanaman. Kalau memungkinkan perlu dipupuk daun seminggu sekali dengan dosis 1 gram per liter air, (1/2 sendok the untuk satu liter air).

Penyimpanan
Anthurium suka tempat yang teduh atau dalam ruangan atau di teras rumah, dan hanya memerlukan sedikit sekali cahaya. Kalau ditempatkan dalam ruangan harus diberi naungan seperti paranet

Ganti Pot dan Media
Penggantian Media disesuaikan dengan besarnya tanaman. Anthirium suka media yang porous untuk menghindari jamur.
Media bisa berasal dari campuran sekam dan pupuk kandang (2:1) atau menggunakan pakis cacah.

Perbanyakan
Bisa dilakukan dengan biji. Atau cara termudah adalah dengan split anakan yang ada. Yang sebelumnya harus sudah disiapkan media tanamnya

CARA PERAWATAN ADENIUM

· Adenium membutuhkan cahaya matahari langsung minimal 5 jam perhari. Untuk tanaman muda (di bawah usia 2 bulan) lebih baik diletakkan ditempat yang agak ternaungi

· Adenium dapat hidup antara suhu 5-52 derajat c.

· Penyiraman dapat dilakukan setiap hari jika musim kemarau tiba, namun kurangi penyiraman saat musim hujan.

· Pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang, humus atau kompos yang ditambahkan pada permukaan media tanam setiap 1 bulan sekali. Selain itu dapat digunakan pupuk organik buatan pabrik dalam bentuk tablet atau butiran. Juga pupuk kimia buatan pabrik yang bersifat slow release (tidak mudah larut) seperti Dekastar, Magamp, Osmocote setiap 3 atau 6 bulan sekali.Pupuk daun dapat juga diberikan, seperti Gandasil, Hyponex dll. disamping itu dapat ditambahkan hormon pertumbuhan seperti Atonik, Dekamon dll dengan cara disemprotkan ke sekujur tanaman sebulan sekali.

· Media tanam : Bisa digunakan pasir + arang + pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Jika tak ditemukan arang bisa digunakan sekam atau bahan lainnya yang mirip sifatnya. Lebih sempurna jika ditambah kapur dolomit secukupnya. Penggantian media tanam dapat dilakukan setiap tahun sekali
Hama dan Penyakit

· Tungau merah adalah musuh besar Adenium. Tandanya: daun gugur dan menguning bagian pucuk. Gunakan akarisida seperti: Kelthane atau Omite.

· Kutu Kuning dan Kutu Putih: berantas dengan Insektisida seperti Supraside, Decis, Curacron atau Basudin 3 kali seminggu.

· Nematod. Serangan umumnya terjadi pada akar, ditandai dengan menguning dan gugur daun. Gunakan Furadan 3G untuk pencegahan.

Serangan Penyakit

· Jamur dan Bakteri: Gejalanya : daun menguning dan bercak kecoklatanSemprotkan fungisida seperti Benlate, Dithane M45, atau Rdomil. Untuk pencegahan: tempatkan tanaman di cahaya matahari penuh, bersihkan lingkungan.

· Defisiensi unsur hara. Gejala yang sering terjadi adalah pertumbuhan daun lambat, daun menguning tanpa sebab,mudah rontok, bunga tidak sempurna bentuknya dan mudah rontok. Penyebabnya adalah media tanam sudah lama tak diganti atau ph media tanam terlalu asam sehingga mengganggu penyerapan unsur hara. Ganti media tanam.

· Virus. Gejalanya adalah muncul bercak-bercak yang berwarna lebih muda dari warna daun atau seperti variegata. Belum ada obatnya.

readmore »»

BUNGA DAHLIA, CARA MENANAM DAN PERAWATANYA

Menanam & Perawatan

Tanaman perdu asal Mexico ini sangat mudah ditanam dan berkembangbiak. Anda bisa memperbanyak dengan biji, stek batang, umbi atau pemisahan-anakan. Siapkan tanah kebun, kompos dan pasir halus. Tanam bibit dan siram secara teratur. Dalam 2 bulan, tanaman pun mulai berbunga.
Walaupun menyukai sinar matahari, letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari pagi. Lokasi yang terlalu panas mengakibatkan tanaman berbunga kecil dengan daun berwarna kekuningan. Jika Anda menanamnya dalam pot, ganti media tanam sekali dalam setahun agar terjadi regenerasi dan terbentuk tanaman baru.
Pemupukan KCL dan NPK perlu dilakukan saat tanaman mulai tumbuh dan menjelang berbunga agar dahlia tumbuh maksimal.

readmore »»
 

My Blog List

Followers

Bookmarks

Bookmark and Share
Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Blog Ratings DigNow.org free counters